Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Cerpen (Baru)

SURAT DARI AYRA Dengan penuh keyakinan malam itu aku menghilangkan semua hal yang dapat mengingatkanku padamu. Aku berharap tidak ada satupun jejak yang tersisa agar tidak ada sekalipun kesempatan bagiku untuk mengenang. Tidak banyak, aku hanya menginginkan waktuku kembali yang telah terbuang percuma sejak aku mengenalmu. Kamu harus mengganti rugi untuk itu. Yang perlu kamu lakukan hanyalah menghilang. Sejauh-jauhnya menghilang dari pandanganku. Usahakan tak ada satupun yang tersisa. Termasuk perasaanmu. Aku meraih ponsel di saku jas. Dengan cepat ibu jariku menekan angka satu di layar. Panggilan cepat. Namanya. Dua kali nada sambung. Dia masih belum menjawab panggilan. Tiga. Empat. Aku semakin resah berjalan mondar-mandir sambil memegangi secarik kertas. Dalam hati aku memaki. Omong kosong dengan segala tulisannya di kertas ini. Panggilan yang kedua. Akhirnya sebuah suara terdengar dari seberang sana. “Iya?” “Maksudnya apa?” Aku langsung ke tujuan intinya. ...