Hadiah Kecil dari Ayah Menikah? Sontak tawaku memenuhi ruang keluarga yang ukurannya dua kali lebih luas dari kamar tidurku. Alam mimpikah ini? Kakak lelakiku sudah mendahului mencubit pipi kananku untuk membuatku yakin (sambil matanya tak berpindah dari layar ponselnya membalas pesan). Menyebalkan sekali. Apa aku terlalu berbahaya jika tidak disegerakan menikah? Jenis perempuan “nakal”kah aku ini? Ah, Ayah sudah mulai tak bisa diajak bercanda. “Me..me..menikah, Yah? Apa, Bu? Menikah?” Kataku sambil diakhiri dengan gelak tawa. “Menurut lo apa?” Abang memang tidak pernah serius ketika membicarakan topik serius. Sama sepertiku. “Aaa, hahahahahaha. Aku baru saja tiba di rumah dan diberi kejutan seperti ini? Sungguh keluarga yang romantis. Jauh-jauh hari sudah mempersiapkan kejutan perayaan wisudaku. Kalau begitu, aku akan istirahat dulu.” Belum sepenuhnya aku berdiri, Abang sudah melingkarkan tangannya di leherku dan memaksaku duduk. Aku menggigit tangannya, kemudian Ayah ...