Langsung ke konten utama

Coretan Malam.

Sesekali kuingat lagi setiap hal yang konyol yang pernah kau lakukan. Bodohnya kuturuti nafsuku untuk mengingat setiap inci kejadian. Seperti yang kulakukan setiap upacara bendera hari Senin. Aku selalu bersemangat pergi ke sekolah. Bukan. Bukan karena guru mata pelajaran hari itu. Bukan juga mata pelajaran hari itu. Tapi kamu.
Sesekali kucuri waktu untuk memandang rautmu meski terhalang kerumunan siswa lain. Aku selalu senang saja melakukannya. Selama pengawas upacara tidak memergoki tingkahku, kupandangi lamat-lamat setiap lekuk wajah yang sudah lama ini tak kulihat. Aku yang tersenyum setelah beberapa detik memandangimu. Seolah tak bosan sebab terus saja memandangi dan tak berpaling.
Hanya apabila kamu menyadari yang kulakukan, dan kamu pun menoleh ke arahku lantas tersenyum. Seketika itu pipiku memerah karena tertangkap basah tengah menikmati keteduhan wajahmu yang khidmat mengikuti setiap susunan acara upacara bendera.
Lantas kuingat lagi malam ini. Betapa menyenangkannya saat itu. Aku dan kamu meski terhalang jarak oleh beberapa siswa di barisan upacara, masih sempat saling menatap dan tersenyum. Namun mengapa saat ini seolah waktu tak berpihak padaku untuk sekejap saja menatapmu?
Kudengar kata hatiku yang menyatakan kesalahanku. Saat ini ingin kupukuli benak yang mengantarkanku pada setiap kejadian denganku. Berusaha keras untuk tidak memikirkannya sama halnya membunuh perasaanku sendiri.
Bagaimana mungkin harus kupaksakan waktu cepat berlalu? Sedangkan bayangmu masih saja mengikutiku seperti enggan menjauh. Baik. Kuputuskan berhenti saja. Atau memang aku harus membiasakan bahwa mengingatnya sekadar untuk menikmati kenanganmu. Aku tak ingin beranjak. Lantas bagaimana dengan dirimu? Haruskah kau melenggang jauh membawa separuh hati yang tengah tertinggal?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERPEN "Mengejar Jarum Waktu - Putri Siti Reykhani"

Mengejar Jarum Waktu Penulis: Putri Siti Reykhani Kamis ini tepat hari ke-24 di langit Januari. Pergerakan matahari siang ini seolah lebih cepat dari biasanya. Betapa kejamnya jarum waktu mengiris resah yang menyapa malam tadi. Sesuatu yang bernama hati itu masih enggan memutuskan perkara yang sebenarnya tak begitu rumit. Hanya soal logika dan rasa yang menjadi sekat pemisah antara ruang tunggu dan penjemputan. Aku menyapukan pandangan pada sekitar area taman. Sunyi. Tak kudengar satupun suara di sekelilingku. Hanya suara celoteh cacing-cacing dalam perut berdemonstrasi menuntut keadilan yang tak kunjung tiba lewat jam makan siang. Asam lambungku sejauh ini masih normal. Tidak naik turun atas keinginannya sendiri. Kuatasi itu hari ini, tepat dalam rangka memprotes kebenaran yang terjadi di hidupku pada-Nya. Kali ini ponselku berunjuk rasa memperjuangkan haknya sebagai alat komunikasi. Satu-dua kali kuabaikan. Tiga-empat kali hanya kutatap sekilas lantas kulemparkan sembar...

CERITA PENDEK

Biar Kuceritakan Bagaimana Janji Kukembalikan (Putri Siti Reykhani, Oktober 2019) Cuaca hari ini cukup cerah. Malam tadi bumi sudah mandi. Diguyur oleh air yang datangnya dari lautan lepas yang melewati beberapa proses hingga turun ke bumi. Kemudian para ilmuwan itu menemukan sebuah teori “terbentuknya hujan”.   Katakanlah malam tadi hujan. Begitu singkatnya. Mengapa harus berbelit-belit jika hanya dengan satu kalimat sudah mewakili sebuah kejadian? Benar, bukan? Lantas, mengapa harus repot-repot menjual janji jika pada akhirnya meninggalkan? “Lupakan saja.” Begitu katamu waktu itu. Jika ingatanku tepat dan perhitunganku tak meleset, kau mengucapkan kalimat itu tepat 24 hari yang lalu. Bertepatan dengan perayaan hari kehilangan. Benar, aku menjadi seseorang yang lagi-lagi merasakan itu. Kehilangan seolah menjadi hobi bagiku. Tidak. Jangan mengungkap apa yang tidak pernah ada dalam hatimu. Memangnya kau bilang apa? Perasaan? Jenis perasaan apa yang datang bersama janji, ...

Buku Kelima Putri Siti Reykhani

Bismillaahirrahmaanirrahiim  Buku ini untukmu, untuk kamu yang mau tahu arti cinta dari sudut pandang yang berbeda. Untuk kamu yang sudah tahu bahwa cinta tidak hanya sekedar cinta-cintaan klasik dengan kisah monoton. Ya, untuk kamu, disengaja hadirnya buku ini sebagai bukti bahwa cinta itu luas, utuh dan menyeluruh. Penasaran? Langsung baca deh di antologi L.O.V.E? Buku Antologi L.O.V.E? karya Eca Lovers ------------------------ Keterangan Buku: ------------------------ Judul: L.O.V.E? Pengarang: Eca Lovers Penerbit: Ae Publishing Ukuran: 14 x 20 cm Tebal: vii + 156 halaman ISBN: 978-602-7748-63-7 Terbit: Juli 2013 Harga: Rp 35.000,- ------------------------ Kontributor: ------------------------ Wawan Setiawan, AA Ardilah, Aditya Mahatva Yodha, Aila Nadari, Alfian N. Budiarto, Almaidah Swan, Amiruddin Awalin, Andini Putri Maydalistika, Anisa, Anisa Ae, Asih Putri Utami, D.A Akhyar, Dedi Saeful Anwar, De-Chieka, Dyah Istiani, Irannisa, Jamila Lest...