Kebiasaan yang Tak Pantas
Kau lupa beberapa hal;
Napas, nyawa, dan keislamanmu
Pandang, dengar, cium,
Raba, rasa, dan keimananmu
Kau pula lupa beberapa hal;
Maki, sesal, dan kepicikanmu
Dusta, tipu, hujat,
Dengki, ghibah, dan kenistaanmu
Lantas tak malu kau menuntut?
Menyalahkan nasi yang menjadi bubur
Memaki dengan lidah pahitnya
Ujar hinamu?
Kau lucu.
Hidupmu lucu.
Haruskah kutertawakan?
Ah, sudah terlalu kasihan.
Putri Siti Reykhani
Majalengka, Januari 2016.
Kau lupa beberapa hal;
Napas, nyawa, dan keislamanmu
Pandang, dengar, cium,
Raba, rasa, dan keimananmu
Kau pula lupa beberapa hal;
Maki, sesal, dan kepicikanmu
Dusta, tipu, hujat,
Dengki, ghibah, dan kenistaanmu
Lantas tak malu kau menuntut?
Menyalahkan nasi yang menjadi bubur
Memaki dengan lidah pahitnya
Ujar hinamu?
Kau lucu.
Hidupmu lucu.
Haruskah kutertawakan?
Ah, sudah terlalu kasihan.
Putri Siti Reykhani
Majalengka, Januari 2016.
Komentar
Posting Komentar