Malam Tak Sehangat Dulu
Malam tak sehangat dulu
ketika kau masih menampakkan beberapa senyuman,
mengada-ada bahwa rembulan akan menangis bila bintang tak ada,
berbicara omong kosong dengan bualan cinta.
Anehnya aku bahagia:
bahwa malam tak sehangat dulu
hanya dinding-dinding yang mulai rapuh
mendengar omongan makhluk sepertiku setiap malam yang isinya itu-itu saja dan lagi.
Benar memang rembulan menangisi ketiadaan bintang.
Putri Siti Reykhani
Bandung, November 2015.
Malam tak sehangat dulu
ketika kau masih menampakkan beberapa senyuman,
mengada-ada bahwa rembulan akan menangis bila bintang tak ada,
berbicara omong kosong dengan bualan cinta.
Anehnya aku bahagia:
bahwa malam tak sehangat dulu
hanya dinding-dinding yang mulai rapuh
mendengar omongan makhluk sepertiku setiap malam yang isinya itu-itu saja dan lagi.
Benar memang rembulan menangisi ketiadaan bintang.
Putri Siti Reykhani
Bandung, November 2015.
Komentar
Posting Komentar