Seorang Kaya yang Miskin
Seorang manusia berjalan:
Langkahnya patah-patah
dengan wajah terangkat
dan senyumnya picik
Dilihatnya manusia lain memberi
Sesuatu yang tidak mewah
Bukan bongkahan emas berlian
Hanya kata-kata lembut
Seorang manusia itu tertawa
Tangannya memegangi perut (buncitnya)
Entah
Mungkin katanya itu lucu
Kemudian dilanjutkannya perjalanan
Dilihatnya manusia lain
Tersenyum membantu seorang tunanetra
Berjalan menyeberang jalan
Seorang manusia itu tertawa (lagi)
Tangannya memegangi perut (buncitnya)
Entah
Mungkin katanya itu lucu
Perjalanan dilanjut lagi
Terus berjalan
Dia sendiri
dan tertawa
Kasihan.
Dia seorang kaya yang miskin
yang tertawa
ketika yang lain berupaya
Putri Siti Reykhani
Bandung, Desember 2015.
Seorang manusia berjalan:
Langkahnya patah-patah
dengan wajah terangkat
dan senyumnya picik
Dilihatnya manusia lain memberi
Sesuatu yang tidak mewah
Bukan bongkahan emas berlian
Hanya kata-kata lembut
Seorang manusia itu tertawa
Tangannya memegangi perut (buncitnya)
Entah
Mungkin katanya itu lucu
Kemudian dilanjutkannya perjalanan
Dilihatnya manusia lain
Tersenyum membantu seorang tunanetra
Berjalan menyeberang jalan
Seorang manusia itu tertawa (lagi)
Tangannya memegangi perut (buncitnya)
Entah
Mungkin katanya itu lucu
Perjalanan dilanjut lagi
Terus berjalan
Dia sendiri
dan tertawa
Kasihan.
Dia seorang kaya yang miskin
yang tertawa
ketika yang lain berupaya
Putri Siti Reykhani
Bandung, Desember 2015.
Komentar
Posting Komentar