Terkadang, semuanya terasa berat untuk dijalani. Mengenai hal-hal yang harus dilakukan saat ini sampai ke depannya. Mengenai apa yang harus dilakukan untuk membahagiakan orangtua. Dan banyak hal-hal lainnya yang setiap malam selalu terbayang dan terpaksa aku memikirkannya. Caranya? Caranya? Caranya? Mungkin saat ini Tuhan sedang memberi jalan yang bukan untuk dilalui. Disana, masih ada dan masih banyak jalan yang harus ditempuh.
Manusia memang tidak pernah tahu dimana letak keadilan Tuhan. Bagaimana mungkin mereka tahu? Mereka hanya memikirkan apa yang telah mereka mimpikan dan rencanakan tak sejalan dengan kenyataan hasilnya, itulah tidak adil. Memang begitulah, manusia memang tidak lepas dari sifat serakah. Atau mungkin tidak bisa berhusnudzon kepada Tuhannya?
Sedikit dari rasa yakin yang telah tumbuh sekian lamanya akan tergoyahkan oleh rumor-rumor tidak jelas. Maka, apakah ada hal-hal lainnya agar rasa percaya dan semangat itu kembali dan semakin tumbuh? Usaha + Doa = Sukses. Mungkin oranglain selalu mendapatkan motivasi dari orang-orang yang dekat dengannya. Diantaranya, orangtua, sahabat, keluarga, dan pacar.
Apa bedanya ketika cita-cita yang belum tercapai dengan cita-cita yang tidak tercapai? "Belum" itu tandanya seseorang yang sudah memiliki cita-cita akan segera meraihnya. Hanya perbedaan waktu saja. Bukan sekarang, bukan sekarang, bukan sekarang. Kelak nanti, kelak nanti, kelak nanti. Itu. Itulah yang mereka katakan dalam hatinya ketika mimpi dan cita-cita mereka gagal. Tapi dimana letak kegagalannya? Bukan. Bukan kegagalan. Itu artinya keberhasilan yang tertunda. Tuhan sengaja menundanya di lain waktu. Karena sesuatu akan terjadi jika permohonan dan keinginan itu diwujudkan secepatnya oleh Tuhan. Mungkin.
Setidaknya orang yang merasa yakin bahwa cita-citanya "belum" tercapai, mereka adalah orang-orang yang sudah berusaha. Namun belum maksimal. Berusaha lagi. Belum sempurna. Dan seterusnya hingga orang tersebut merasa puas dengan usahanya yang menghasilkan sesuatu seperti yang diinginkan. Tentu orang itu lebih baik dari orang yang tidak berusaha sama sekali.
"Tidak" tercapai itu tandanya orang itu menyerah. Lelah dengan semua sandiwara yang dia lakukan namun tak menghasilkan sesuatu yang positif baginya. Tidakkah dia mencoba hingga keseratus kalinya? Analoginya, jalan menuju kota Bandung tidak hanya satu. Orang dari Sukabumi, bisa menginjakkan kaki di kota Bandung. Orang dari Jakarta, bisa menginjakkan kaki di kota Bandung. Begitupun yang lainnya. Itu artinya, jalan menuju sukses tidak harus ditempuh melalui satu jalan. Banyak jalan lain, dan ada yang cepat ada juga yang lama untuk sampai di tempat yang dituju itu.
Caranya? Caranya? Caranya? Perasaan dan niat ingin membahagiakan orangtua selalu hadir dan menjadi yang utama dari segala cita-cita. Tapi caranya? Bagaimana caranya? Renungkan, pikirkan, lakukan. Itulah. Semoga Allah senantiasa meridhoi cara dan jalan seorang anak untuk membahagiakan orangtuanya. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar