Langsung ke konten utama

Renungkan, pikirkan, lakukan!!!

Terkadang, semuanya terasa berat untuk dijalani. Mengenai hal-hal yang harus dilakukan saat ini sampai ke depannya. Mengenai apa yang harus dilakukan untuk membahagiakan orangtua. Dan banyak hal-hal lainnya yang setiap malam selalu terbayang dan terpaksa aku memikirkannya. Caranya? Caranya? Caranya? Mungkin saat ini Tuhan sedang memberi jalan yang bukan untuk dilalui. Disana, masih ada dan masih banyak jalan yang harus ditempuh.
Manusia memang tidak pernah tahu dimana letak keadilan Tuhan. Bagaimana mungkin mereka tahu? Mereka hanya memikirkan apa yang telah mereka mimpikan dan rencanakan tak sejalan dengan kenyataan hasilnya, itulah tidak adil. Memang begitulah, manusia memang tidak lepas dari sifat serakah. Atau mungkin tidak bisa berhusnudzon kepada Tuhannya?
Sedikit dari rasa yakin yang telah tumbuh sekian lamanya akan tergoyahkan oleh rumor-rumor tidak jelas. Maka, apakah ada hal-hal lainnya agar rasa percaya dan semangat itu kembali dan semakin tumbuh? Usaha + Doa = Sukses. Mungkin oranglain selalu mendapatkan motivasi dari orang-orang yang dekat dengannya. Diantaranya, orangtua, sahabat, keluarga, dan pacar.
Apa bedanya ketika cita-cita yang belum tercapai dengan cita-cita yang tidak tercapai? "Belum" itu tandanya seseorang yang sudah memiliki cita-cita akan segera meraihnya. Hanya perbedaan waktu saja. Bukan sekarang, bukan sekarang, bukan sekarang. Kelak nanti, kelak nanti, kelak nanti. Itu. Itulah yang mereka katakan dalam hatinya ketika mimpi dan cita-cita mereka gagal. Tapi dimana letak kegagalannya? Bukan. Bukan kegagalan. Itu artinya keberhasilan yang tertunda. Tuhan sengaja menundanya di lain waktu. Karena sesuatu akan terjadi jika permohonan dan keinginan itu diwujudkan secepatnya oleh Tuhan. Mungkin.
Setidaknya orang yang merasa yakin bahwa cita-citanya "belum" tercapai, mereka adalah orang-orang yang sudah berusaha. Namun belum maksimal. Berusaha lagi. Belum sempurna. Dan seterusnya hingga orang tersebut merasa puas dengan usahanya yang menghasilkan sesuatu seperti yang diinginkan. Tentu orang itu lebih baik dari orang yang tidak berusaha sama sekali.
"Tidak" tercapai itu tandanya orang itu menyerah. Lelah dengan semua sandiwara yang dia lakukan namun tak menghasilkan sesuatu yang positif baginya. Tidakkah dia mencoba hingga keseratus kalinya? Analoginya, jalan menuju kota Bandung tidak hanya satu. Orang dari Sukabumi, bisa menginjakkan kaki di kota Bandung. Orang dari Jakarta, bisa menginjakkan kaki di kota Bandung. Begitupun yang lainnya. Itu artinya, jalan menuju sukses tidak harus ditempuh melalui satu jalan. Banyak jalan lain, dan ada yang cepat ada juga yang lama untuk sampai di tempat yang dituju itu.
Caranya? Caranya? Caranya? Perasaan dan niat ingin membahagiakan orangtua selalu hadir dan menjadi yang utama dari segala cita-cita. Tapi caranya? Bagaimana caranya? Renungkan, pikirkan, lakukan. Itulah. Semoga Allah senantiasa meridhoi cara dan jalan seorang anak untuk membahagiakan orangtuanya. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERPEN "Mengejar Jarum Waktu - Putri Siti Reykhani"

Mengejar Jarum Waktu Penulis: Putri Siti Reykhani Kamis ini tepat hari ke-24 di langit Januari. Pergerakan matahari siang ini seolah lebih cepat dari biasanya. Betapa kejamnya jarum waktu mengiris resah yang menyapa malam tadi. Sesuatu yang bernama hati itu masih enggan memutuskan perkara yang sebenarnya tak begitu rumit. Hanya soal logika dan rasa yang menjadi sekat pemisah antara ruang tunggu dan penjemputan. Aku menyapukan pandangan pada sekitar area taman. Sunyi. Tak kudengar satupun suara di sekelilingku. Hanya suara celoteh cacing-cacing dalam perut berdemonstrasi menuntut keadilan yang tak kunjung tiba lewat jam makan siang. Asam lambungku sejauh ini masih normal. Tidak naik turun atas keinginannya sendiri. Kuatasi itu hari ini, tepat dalam rangka memprotes kebenaran yang terjadi di hidupku pada-Nya. Kali ini ponselku berunjuk rasa memperjuangkan haknya sebagai alat komunikasi. Satu-dua kali kuabaikan. Tiga-empat kali hanya kutatap sekilas lantas kulemparkan sembar...

CERITA PENDEK

Biar Kuceritakan Bagaimana Janji Kukembalikan (Putri Siti Reykhani, Oktober 2019) Cuaca hari ini cukup cerah. Malam tadi bumi sudah mandi. Diguyur oleh air yang datangnya dari lautan lepas yang melewati beberapa proses hingga turun ke bumi. Kemudian para ilmuwan itu menemukan sebuah teori “terbentuknya hujan”.   Katakanlah malam tadi hujan. Begitu singkatnya. Mengapa harus berbelit-belit jika hanya dengan satu kalimat sudah mewakili sebuah kejadian? Benar, bukan? Lantas, mengapa harus repot-repot menjual janji jika pada akhirnya meninggalkan? “Lupakan saja.” Begitu katamu waktu itu. Jika ingatanku tepat dan perhitunganku tak meleset, kau mengucapkan kalimat itu tepat 24 hari yang lalu. Bertepatan dengan perayaan hari kehilangan. Benar, aku menjadi seseorang yang lagi-lagi merasakan itu. Kehilangan seolah menjadi hobi bagiku. Tidak. Jangan mengungkap apa yang tidak pernah ada dalam hatimu. Memangnya kau bilang apa? Perasaan? Jenis perasaan apa yang datang bersama janji, ...

Buku Kelima Putri Siti Reykhani

Bismillaahirrahmaanirrahiim  Buku ini untukmu, untuk kamu yang mau tahu arti cinta dari sudut pandang yang berbeda. Untuk kamu yang sudah tahu bahwa cinta tidak hanya sekedar cinta-cintaan klasik dengan kisah monoton. Ya, untuk kamu, disengaja hadirnya buku ini sebagai bukti bahwa cinta itu luas, utuh dan menyeluruh. Penasaran? Langsung baca deh di antologi L.O.V.E? Buku Antologi L.O.V.E? karya Eca Lovers ------------------------ Keterangan Buku: ------------------------ Judul: L.O.V.E? Pengarang: Eca Lovers Penerbit: Ae Publishing Ukuran: 14 x 20 cm Tebal: vii + 156 halaman ISBN: 978-602-7748-63-7 Terbit: Juli 2013 Harga: Rp 35.000,- ------------------------ Kontributor: ------------------------ Wawan Setiawan, AA Ardilah, Aditya Mahatva Yodha, Aila Nadari, Alfian N. Budiarto, Almaidah Swan, Amiruddin Awalin, Andini Putri Maydalistika, Anisa, Anisa Ae, Asih Putri Utami, D.A Akhyar, Dedi Saeful Anwar, De-Chieka, Dyah Istiani, Irannisa, Jamila Lest...