Lensa Mata dan Pita Suaraku Pagi yang sama. Suasana yang sama. Tak ada yang berubah walau hanya dari sapaan. Suara itu, suara yang sudah tidak asing lagi di telingaku. Mungkin hanya dia orang yang mau menemani pagiku. Bukan. Bukan hanya pagi hari, setiap kali aku membutuhkannya dia selalu ada. Sudah lima tahun semenjak kejadian itu. Lima tahun yang menyedihkan. Kalimat yang sama. Setiap pagi selalu begitu. Meski kelopak mataku telah terbuka dan aku sudah terbangun dari mimpiku, semuanya masih gelap. Seperti biasa dia segera membereskan tempat tidurku dan menungguku selesai mandi. Aku. Setelah lima tahun berlalu, aku mulai terbiasa untuk mandi sendiri. Menggapai-gapai peralatan mandi, menyalakan air dari shower , memakai handuk hingga memakai pakaian dibantu oleh dia. Tapi tak mengapa, aku biarkan saja. Karena tak ada orang seperti dia di dunia in...