Dan mengapa selalu aku yang terluka?
Apa tidak boleh sekali saja sesuatu bernama hati itu menerima perasaan baik darinya?
Mengapa harus selalu aku yang menjadi korban?
Aku, tidak. Kau yang benar-benar jahat.
Bermain-main dengan hati.
Seolah baik-baik saja ketika pergi setelah beberapa waktu menepi.
Tak menyadari kepergianmu meninggalkan luka.
Cih!
Kau senang?
Sepertinya begitu.
Itu yang kulihat di kedua matamu.
Sudah kubilang tak usah.
Tak usah bermain-main dengan hati.
Ketika jatuh, kau terlena.
Ketika patah, kau terluka.
Kembali lagi sepi.
Itu yang kualami.
Aku tidak dapat menjamin hatiku di tanganmu.
Apa memang seperti ini jadinya apabila menjadi yang tak terpilih?
Apa benar?
Seperti ini?
Rasanya sakit?
Apa benar berkorban adalah seperti ini?
Seperti yang kulakukan saat ini?
Mundur perlahan.
Berbalik.
Berjalan menjauh.
Membaikkan hati sendiri.
Membiarkan kau melakukan apa yang ingin kau lakukan.
Bersamanya.
Bandung, 4 Mei 2017.
Apa tidak boleh sekali saja sesuatu bernama hati itu menerima perasaan baik darinya?
Mengapa harus selalu aku yang menjadi korban?
Aku, tidak. Kau yang benar-benar jahat.
Bermain-main dengan hati.
Seolah baik-baik saja ketika pergi setelah beberapa waktu menepi.
Tak menyadari kepergianmu meninggalkan luka.
Cih!
Kau senang?
Sepertinya begitu.
Itu yang kulihat di kedua matamu.
Sudah kubilang tak usah.
Tak usah bermain-main dengan hati.
Ketika jatuh, kau terlena.
Ketika patah, kau terluka.
Kembali lagi sepi.
Itu yang kualami.
Aku tidak dapat menjamin hatiku di tanganmu.
Apa memang seperti ini jadinya apabila menjadi yang tak terpilih?
Apa benar?
Seperti ini?
Rasanya sakit?
Apa benar berkorban adalah seperti ini?
Seperti yang kulakukan saat ini?
Mundur perlahan.
Berbalik.
Berjalan menjauh.
Membaikkan hati sendiri.
Membiarkan kau melakukan apa yang ingin kau lakukan.
Bersamanya.
Bandung, 4 Mei 2017.
Bizzare love triangle. Blogwalking dan salam kenal.
BalasHapusSalam kenal juga.
Hapus